Jumat, 29 Januari 2016

Waspada Virus Zika ! Apakah Berbahaya?

Virus Zika, virus pendatang baru di Indonesia

Baru-baru ini kita dikejutkan oleh kabar tentang kemunculan penyakit yang dipicu oleh virus pendatang baru bernama virus Zika, diduga virus ini dapat menjadi penyebab kelahiran bayi dengan ukuran kepala lebih kecil.

Zika Virus adalah virus yang proses penularannya melalui media nyamuk Aedes aegypti. Masih satu family dengan virus lain seperti virus penyebab penyakit demam berdarah, penyakit kuning, dan penyakit cikungunya.

Penderita yang tertular virus Zika biasanya akan menunjukkan gejala-gejala seperti demam, pusing, muncul ruam merah pada kulit, sakit pada persendian dan mata merah.

Bisa juga diikuti dengan sakit pada bagian di belakang mata atau muntah-muntah. Secara sepintas gejala terserang virus Zika mirip dengan demam berdarah.

Menariknya, virus ini belum pernah diderita oleh orang Indonesia manapun di era sebelumnya. Keberadaan virus di Indonesia baru terungkap melalui laporan Eijkman Institute yang dikutip oleh Kompas beberapa waktu lalu.

Dr.Herawati Sudoyo Ph.D, Deputi Direktur Eikjman Institute mengatakan, pihaknya menemukan virus ini saat terjadi wabah demam dengue (demam berdarah) di Jambi pada Desember 2014-April 2015.

Setelah melakukan serangkaian uji coba, Eikjman Institute memutuskan bahwa virus Zika disebabkan oleh gigitan nyamuk.

Oleh sekelompok peneliti dari University of Bahia, Brasil, nyamuk pembawa virus Zika diidentifikasi sebagai nyamuk aedes aegypt dan aedes albopictus.


Pertama kali ditemukan di Uganda

Virus Zika pertama kali ditemukan tahun 1947 di tubuh seekor monyet yang hidup di Hutan Zika, Uganda. Kasus manusia yang terjangkit virus Zika pertama kali terjadi di Nigeria tahun 1954.

Masuknya virus ini ke Asia Tenggara diawali dengan sebuah wabah di Kepulauan Mikronesia tahun 2007. Pada tahun 2009 terungkap bahwa virus bisa menular melalui hubungan intim.

Meski belum ditemukan obat untuk mengatasi virus ini, kematian akibat virus Zika belum pernah terjadi. Penderita dilaporkan berangsur-angsur pulih setelah 2-7 hari sejak pertama kali menunjukkan gejala terjangkit virus.

Ini bukanlah alasan kita bisa bersantai-santai menghadapi serangan virus misterius ini, karena serangan virus Zika cukup merepotkan dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Apalagi jika misalnya Anda bekerja atau punya anak yang masih kecil.

Selanjutnya, bagaimana cara mencegah serangan virus ini?

Cara pencegahan

1. Hindarkan diri Anda dari gigitan nyamuk dengan memakai krim anti nyamuk, baju berlengan panjang dan celana panjang saat berada di luar rumah.

2. Bayi di bawah usia tiga bulan tidak boleh memakai krim anti nyamuk. Selubungi tempat tidur bayi dengan kelambu agar terhindar dari gigitan nyamuk.

3. Lengkapi rumah Anda dengan air conditioner atau kawat kasa di lubang angin rumah untuk menghalau nyamuk masuk ke rumah Anda.

4. Ganti air di vas bunga ata bak mandi secara teratur.

5. Anak dan bayi di atas usia tiga bulan sebaiknya memakai krim anti nyamuk yang sesuai dengan usia mereka.

6. Minum banyak air putih dan cukup istirahat.

7. Segera berkonsultasi ke dokter jika tubuh Anda menunjukkan gejala terjangkit virus.

Semoga bermanfaat.

Sumber : theasianparent

Tidak ada komentar:

Posting Komentar